Tips Mengelola Gaji Lewat Transfer

Home / Artikel / SDM (Sumber Daya Manusia) / Tips Mengelola Gaji Lewat Transfer

banknote-15628_300Dulu gaji diberikan langsung oleh perusahaan kepada karyawan. Di awal atau akhir bulan para karyawan akan dipanggil satu per satu dan diberi gaji secara langsung (tunai/cash). Tentu saja hari itu saatnya bergembira, seperti hari raya kecil, bagi karyawan saat menerima amplop berisi uang gajian mereka.

Tapi sekarang pola itu berganti, meski beberapa perusahaan masih menggunakan pola di atas. Sekarang perusahaan memberikan gaji lewat transfer bank. Alasannya lebih aman dan lebih efisien. Atau alasan lain, bisa lebih disiplin. Maksudnya kalau perusahaan itu gajiannya tiap tanggal 1, maka gaji selalu ditransfer pada tanggal 1. Apapun yang terjadi, meski masuk libur atau hari raya.

Pola baru ini meminta karyawan memberi nomor rekening mereka di bank tertentu. Kalau tidak punya, mereka diminta membukanya. Lalu gaji mereka akan ditranfer oleh perusahaan ke rekening mereka masing-masing. Sudah tidak ada amplopan lagi.

Setelah itu mereka bisa mengambilnya habis atau diambil sedikit-sedikit. Lha, seringkali yang dilakukan adalah diambil habis atau ditransfer habis ke rekening lain. Jadinya gaji hanya sekedar ‘numpang lewat’. Tidak ‘terasa’.

Berikut ini ada tips bagaimana mengelola gaji dengan pola transferan ini, agar gaji Anda lebih ‘terasa’.

  1. Tetapkan sebuah rekening sebagai rekening ‘dana abadi’. Kalau belum punya buka rekening lagi. Tapi lebih baik manfaatkan salah satu rekening yang kita punya sebagai rekening ‘dana abadi’.
  2. Setiap gajian, langsung sisihkan sebesar 10% gaji ke rekening ‘dana abadi’ ini.
  3. Berikut sisanya untuk bayar hutang. Usahakan jangan berhutang lagi.
  4. Sisanya bisa Anda gunakan untuk kebutuhan hidup.
  5. Bila jumlah tabungan Anda di rekening ‘dana abadi’ sudah mencapai minimal syarat untuk didepositokan, maka uang tersebut Anda depositokan.
  6. Disarankan menaruh uang sebesar 1 bulan gaji di rekening ‘dana abadi’ dan 2-5 kali gaji dalam bentuk deposito yang siap dicairkan bila diperlukan.
  7. Bila uang Anda melebihi 6 kali gaji, maka jadikan sebagai investasi emas. Atau reksadana. Karena suku bunga tabungan masih kalah dari inflasi setiap tahunnya. Sehingga nilai uang Anda menjadi menurun.

Beberapa hal yang harus diperhatikan terkait dengan deposito:

  1. Pastikan bank yang dititipi deposito Anda mengikuti Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).
  2. Deposito yang diambil adalah produk perbankan bukan produk lainnya.
  3. Deposito Anda maksimal Rp 2 milyar. Karena itu batas maksimal yang dijamin LPS.
  4. Bunga deposito yang diberikan bank tidak boleh melampaui tingkat suku bunga yang diperbolehkan LPS.

Bila deposito Anda tidak memenuhi syarat di atas, bila bank tersebut bangkrut, maka deposito Anda ikut amblas. Tapi kalau memenuhi syarat di atas, maka uang Anda akan dikembalikan secara pebuh oleh LPS. *(my/20160729)

Leave a Reply

-->
%d bloggers like this: