laptop-943559_1920_300Saya tidak melakukan apa-apa hanya melihat ke bawah dan pemandangan di luar lainnya. Tiba-tiba saya lihat jam sudah menunjukkan pk 16.00. Wow, sudah berjalan selama 3 jam tanpa melakukan apa-apa!

Rasanya waktu demikian cepat berlalu.

Setiap bangun pagi, ada perasaan menyesal di hati saya. Apakah waktu kemarin sudah saya gunakan sebaik-baiknya? Jangan-jangan saya hanya membuang waktu tanpa kegiatan berarti. Dan tiba-tiba waktu saya di dunia sudah habis. Dan tidak bisa melaporkan dengan baik ke Pemiliknya waktu yang dipinjamkan ke saya.

Saya yakin waktu tunduk dengan hukum alam. Dari dulu sampai sekarang waktu berjalan tetap. Tidak bertambah cepat atau terlambat. Namun kadang saya merasakan waktu berjalan tidak semestinya.

Dulu kantor saya memiliki 3 kantor. Kantor pusat di Surabaya, dan punya cabang di Jakarta dan Ubud, Bali. Bila saya ditugaskan di Bali, saya merasakan waktu demikian lambat berjalan.

Memang susana kantor mendukung. Kantor dan rumah jadi satu tempat. Sebuah vila di pinggir sungai dan tampak di belakangnya sawah yang berundak-undak. Rasanya tinggal di sana nyaman dan damai, sehingga sering saya lihat jam, tapi jarumnya tidak bergerak. Demikian lambat waktu berjalan. Saya seakan-akan bisa menjalankan banyak kegiatan dengan waktu yang ada.

Tapi sebaliknya saat saya ditugaskan di Jakarta. Kantor saya di gedung perkantoran di jalan Sudirman. Di sini saya merasakan waktu demikian cepat berlalu. Pernah suatu ketika sehabis makan siang saya duduk di pinggir jendela. Dari pinggir jendela ini di lantai kesekian, tampak di bawah mobil-mobil yang berjalan.

Saya tidak melakukan apa-apa hanya melihat ke bawah dan pemandangan di luar lainnya. Tiba-tiba saya lihat jam sudah menunjukkan pk 16.00. Wow, sudah berjalan selama 3 jam tanpa melakukan apa-apa!

Sekarang tidak hanya merasakan waktu yang cepat. Tapi hari yang cepat. Barusan Senin dan tiba-tiba sudah Jumat. Lalu Senin lagi. Dan ternyata sudah tanggal muda lagi. Sudah lebaran lagi. Sudah tahun baru lagi.

Karena itu dalam bekerja saya siapkan selalu agenda. Setiap pagi tiba di kantor, yang saya lakukan pertama adalah mencatat apa yang harus saya lakukan hari itu. Ini adalah target kegiatan yang ingin saya lakukan di hari itu. Meski saya catat setiba di kantor, sebenarnya dari rumah bahkan sebelumnya sudah ada rencana apa saja yang harus dilakukan hari itu di kantor.

Lalu mulailah bekerja. Bila ada beberapa kegiatan yang muncul tanpa rencana, saya lihat prioritasnya. Apakah penting? Apakah mendesak? Siapa yang menyuruh? Dan lainnya. Dari sini saya bandingkan kegiatan-kegiatan yang sudah direncanakan dan kegiatan yang datang barusan.

Kemudian saat sore, saya lihat agenda lagi. Mana kegiatan yang belum dilaksanakan. Apakah memungkinkan untuk dikerjakan hari ini. Kalau tidak, kenapa kok tidak sampai dikerjakan. Apakah bisa dilanjutkan hari itu atau dijadikan rencana pekerjaan besok. Atau dibatalkan karena tidak bisa dilaksanakan.

Dengan agenda ini, saya merasa sudah berusaha untuk memanfaatkan waktu sebaik-baiknya. Bekerja secara efektif dan sekaligus efisien. Rencanakan apa yang mau dilakukan. Dan lakukan apa yang sudah direncanakan. ‘Plan you do, do your plan’.

Saya berharap dengan prinsip seperti ini dapat mengurangi penyesalan atas cepatnya waktu berjalan. [SDSM, 25/3/2014] (*Mochamad Yusuf)