Jawaban Untuk Pertanyaan Kenapa Resigned dari Perusahaan Sebelumnya

Home / Artikel / SDM (Sumber Daya Manusia) / Jawaban Untuk Pertanyaan Kenapa Resigned dari Perusahaan Sebelumnya

pexels-photo-70292_300Salah satu pertanyaan yang sering diterima pelamar adalah “Mengapa Anda mengundurkan diri dari perusahaan sebelumnya?” Ini seringkali diajukan untuk pelamar yang memang sebelumnya sudah bekerja di perusahaan lain. Kalau baru lulus dan belum memiliki pengalaman kerja, pertanyaan ini tidak diajukan oleh pewawancara.

Sebenarnya apa alasan pewawancara memberikan pertanyaan seperti ini?

Alasannya yakni pewawancara ingin mengetahui motivasi mereka melamar di perusahaannya (perusahaan baru tersebut). Apakah motif ini terpenuhi atau tidak. Selain itu juga ingin mengetahui apa yang membuat mereka tidak nyaman di perusahaan lama. Jangan-jangan apa yang dikeluhkan, yang membuat tidak krasan tersebut, juga ada di perusahaan baru. Sehingga mereka bisa menolah lebih awal.

Misal: pelamar mengatakan capek dalam perjalanan sehingga ingin mencari perusahaan yang lebih dekat dari rumahnya. Padahal rencananya sang pelamar akan ditempatkan di kantor cabang yang jaraknya cukup jauh. Bukan ditempatkan di kantor pusat yang memang lebih dekat jaraknya dari rumahnya. Jadi bisa ditolak, karena takutnya nanti diterima juga akan keluar.

Karena itu bagi pelamar, harus berhati-hati memberikan jawaban terhadap pertanyaan itu. Karena jawabannya sangat berpengaruh terhadap penilaian pewawancara. Tapi yang jelas jangan memberi jawaban negatif tentang perusahaan lama. Atau membeberkan aib mereka, seperti bos yang cerewet, atasan yang tidak adil dan lainnya.

Lalu bagaimana jawaban yang benar? Itu tergantung situasi dan kondisi Anda, perusahaan lama Anda dan perusahaan baru yang mau Anda lamar. Berikut beberapa jawaban yang bisa Anda gunakan:

  1. Jauh jaraknya (1)
    “Perjalanan ke kantor cukup menyita waktu saya. Rasanya capek di jalan. Saya ingin mencari kerja yang lebih dekat dari rumah.”
  2. Jauh jaraknya (2)
    “Saya dimutasi ke cabang/anak perusahaan di luar kota. Saya sudah mencoba melakukannya. Namun keluarga tidak berkeinginan mengikuti saya keluar kota, sedangkan saya tidak mau pulang pergi. Di samping biaya juga capek di jalan.”
  3. Pindah kota
    “Karena alasan tertentu, saya harus pindah ke kota ini (kalau memungkinkan, Anda bisa bercerita alasan harus pindah itu seperti ikut suami/istri). Sehingga saya harus meninggalkan tempat kerja sebelumnya.”
  4. Dilikuidasi departemennya (1)
    “Karena merugi, perusahaan melakukan efisiensi. Dan departemen saya yang harus dihilangkan. Solusi yang diberikan tidak efektif, karena saya dipindahkan ke departemen yang saya tidak memiliki kemampuan dan ketrampilan di sana.”
  5. Dilikuidasi departemennya (2)
    “Saya dibebastugaskan karena departemen tempat saya bekerja dilikuidasi berkaitan dengan program restrukturisasi perusahaan. Saya diminta bekerja kalau diperlukan. Saya hanya dibayar gaji pokok yang nilainya kurang dari separuh gaji saya sekarang.”
  6. Alasan keluarga
    “Saya mengundurkan diri dari pekerjaan sebelumnya karena waktu itu saya harus meluangkan waktu lebih banyak untuk keluarga (bisa diungkapkan sebabnya, misal: harus merawat orang tua yang sakit parah). Saya bekerja paruh waktu pada sebuah perusahaan. Namun kini keadaannya sudah berbeda (misal: orang tua sudah meninggal dunia) dan sekarang saya siap bekerja secara penuh.
  7. Baru lulus
    “Saya dulu kuliah sambil bekerja. Saat ini saya sudah lulus dan mendapatkan gelar. Saya ingin memanfaatkan pengetahuan dan ilmu yang saya miliki itu pada bidang pekerjaan yang sama kompetensinya dengan studi yang saya tempuh. Dan saya lihat pekerjaan yang saya tuju dapat mengoptimalkan ilmu saya tersebut.”
  8. Tantangan baru (1)
    “Sudah tidak ada ruang untuk saya berkembang di perusahaan sebelumnya. Saya siap pindah dan mencari tantangan yang lebih besar.”
  9. Tantangan baru (2)
    “Saya menginginkan tantangan yang lebih besar. Sayangnya perusahaan saya sebelumnya tidak memungkinkan saya memiliki pekerjaan part time/sampingan. Juga tidak etis bila saya menggunakan jam kerja untuk melakukan kegiatan lain selain urusan kantor untuk mengikuti keinginan saya mengejar tantangan lebih besar itu.”
  10. Tantangan baru (3)
    “Saya tertarik bekerja dengan lebih banyak kewajiban daripada pekerjaan sebelumnya. Karena itu saya siap menerima tantangan baru.”
  11. Tantangan baru (4)
    “Saya tertarik dan merasa tertantang menggunakan ketrampilam dan keahlian saya dalam bidang yang berbeda dari pekerjaan saya saat ini. Sebuah pekerjaan dengan kapasitas yang berlainan dari pekerjaan saya sebelumnya.”
  12. Ingin berkembang (1)
    Saya merasa bosan dengan posisi saya saat ini. Sebagai karyawan, saya cukup kompeten dan saya tidak ingin perasaan bosan tersebut berdampak buruk pada pola pikir dan cara kerja saya.
  13. Ingin berkembang (2)
    Setelah beberapa tahun saya bekerja pada posisi ini di perusahaan lama, saya ingin tumbuh dan berkontribusi pada perusahaan dengan lingkungan kerja yang mendorong berkembangnya pengetahuan, ketrampilan dan kemampuan saya serta terlibat dalam tim.
  14. Ingin berkembang (3)
    Perusahaan sebelumnya bertahun-tahun dalam kondisi tidak berkembang. Labil. Berubah-ubah terus jenis bisnisnya. Saya ingin mencari pekerjaan pada perusahaan yang stabil dan menyediakan ruang bagi saya untuk mengembangkan kompetensi saya dan meningkat secara karir.
  15. Ingin berkembang (4)
    Saya mulai sadar bahwa tempat kerja saya sebelumnya bukanlah tempat yang tepat untuk mengejar visi dan misi saya dalam berkarir. Di perusahaan tersebut saya tidak memiliki peluang untuk tumbuh sebagaiman visi dan misi saya.
  16. Berbeda visi dan misi (4)
    Saya memiliki visi dan misi dalam bekerja (Anda bisa menyebutkan apa itu). Perusahaan yang lama berbeda visi dan misi dengan saya (sebutkan, misal: disuruh berbohong untuk mencari klien, padahal Anda tidak ingin berbohong). Karena itu saya ingin mencari perusahaan yang sama visi dan misinya.
  17. Lainnya (1)
    Rincian pekerjaan yang ditawarkan Anda sangat cocok dengan keahlian yang saya miliki saat ini. Dan saya tidak melihat adanya kesempatan bagi saya untuk menggunakan skill saya pada pekerjaan sebelumnya.
  18. Lainnya (2)
    Sejujurnya waktu itu saya tidak ada niat untuk pindah. Namun saat saya melihat lowongan kerja ini, saya merasa tertantang dan saya katakan pada diri saya sendiri, “Ini sesuai dengan kualifikasi saya.” *(my/20160802)

Leave a Reply

-->
%d bloggers like this: